Mengenal Andreas Jungdal, Kiper Kelahiran Singapura & Asa Debut bareng AC Milan di Liga Champions

  • oleh

AC Milan merilis 18 daftar pemain yang disiapkan untuk melakoni laga tandang melawan Porto di pekan ketiga Liga Champions. Matchday ketiga fase grup Liga Champions mempertemukan Porto vs AC Milan akan terhampar di Estadio do Dragao, Rabu (20/10/2021) pukul 02.00 WIB. Satu di antara nama pemain yang disiapkan Allenatore AC Milan, Stefano Pioli adalah Andreas Jungdal.

Menarik diperhatikan bahwa Rossoneri memberikan kesempatan kepada kiper berusia 19 tahun itu bergabung dengan tim utama. Sebagaimana yang diketahui, AC Milan memang tengah dilanda amukan badai cedera hingga kondisi pemain yang tak bugar. AC Milan kehilangan sejumlah pemain pilar seperti Mike Maignan (kiper), Theo Hernandez (fullback), Brahim Diaz (gelandang serang) hingga terbaru, Ante Rebic (penyerang sayap).

Sektor kiper menjadi satu di antara yang menarik untuk disorot, lantaran ada dua penjaga gawang yang mengalami cedera. Selain Maignan, kiper ketiga AC Milan, Allesandro Plizzarri harus dibekap cedera dan diproyeksikan absen hingga Januari mendatang. Klub sekota Inter Milan ini sejatinya sudah mendatangkan Mirante yang dipinang dengan status bebas transfer.

Namun kiper 38 tahun itu tak bisa didaftarkan Rossoneri untuk manggung di Liga Champions. Satu satunya pemain yang tersedia untuk mengemban tugas sebagai benteng terakhir pertahanan AC Milan ialah Ciprian Tatarusanu. Ia membutuhkan deputi pada laga melawan Porto. Setidaknya langkah atisipasi untuk perisitiwa yang tak diinginkan.

Hasilnya, Pioli mau tak mau harus memanggil pemain primavera mereka, termasuk Andreas Jungdal. Sebagai catatan saja, ini kali pertama bagi kiper berusia 19 tahun itu bermain di tim utama. Lantas siapa Andreas Jungdal ini?

Berdasarkan data dari laman Transfermarkt , Jungdal merupakan kiper kelahiran Singapura, 22 Feburari 2002 lalu. Ia memiliki tinggi 195 sentimeter dan menyandang status kewarganegaraan Denmark. Oleh karena itu, ia merupakan rekan senegara dari Simon Kjaer. Memiliki keunggulan fisik dan kemampuan memenangkan bola bola udara menjadi kelebihan dari Jungdal.

Klub pertama yang ia bela adalah tim lokal asal Denmark, Vejle Boldklub Youth. Ia kemudian memutuskan hengkang dan hijrah ke Liga Italia pada bursa transfer musim panas 2019 lalu. Jungdal menjadi bagian dari tim primavera AC Milan U19.

Sejauh ini, ia belum mencatatkan penampilan di level tim senior, baik di Liga Champions maupun Serie A. Artinya, ia berpotensi untuk melakoni laga debut di tim utama AC Milan melawan Porto. Meski demikian, asa tersebut terbilang tipis, mengingat Pioli tentu memilih untuk menampilkan Tatarusanu.

Musim lalu penampilan Jungdal terbilang tak tergantikan di tim primavera AC Milan. Tercatat, di kompetisi Primavera 1, Jungdal menorehkan 23 pertandingan dengan rincian delapan kali cleansheet dan 24 kebobolan. Layak ditunggu bagaimana performa AC Milan di Liga Champions kala menghadapi Porto.

Tim besutan Stefano Pioli ini dalam dua laga awal di Liga Champions musim ini sekalipun belum pernah meraih kemenangan. Rinciannya AC Milan membukukan dua kekalahan atas Atletico Madrid (2 1) dan Liverpool (3 2). Imbasnya, klub sekota Inter Milan ini menduduki dasar klasemen Grup B.

Situasi ini membuat AC Milan mau tak mau menargetkan kemenangan sebagai harga mati dalam laga tandang mereka ke Portugal. Rossoneri wajib memetik tiga poin perdana untuk menjaga asa bisa melaju ke babak 16 besar. Jika tidak demikian, Il Diavolo Rosso dipastikan sebatas "numpang lewat" saja di Liga Champions musim ini.

Kiper Jungdal, Tatarusanu. Bek

Ballo Toure, Calabria, Gabbia, Kalulu, Kjaer, Romagnoli, Tomori. Gelandang Bakayoko, Bennacer, Kruni, Saelemaekers, Tonali.

Striker Giroud, Ibrahimovic, Leao, Maldini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.